Berpikirlah sebelum Bertindak

Kadang apa yang kita pikirkan baik untuk kita belum tentu yang terbaik buat kita. Itu adalah kalimat yang paling sering diucapkan oleh orang bijak ketika seseorang sedang mengalami penyesalan. Seseorang kadang bertindak sesuai dengan apa yang sedang dirasakannya, bukan apa yang seharusnya dilakukannya. Sehingga timbullah rasa penyesalan di kemudian hari.

Selain apa yang dirasakan seharusnya kita memikirkan apa yang seharusnya kita lakukan dalam mengambil sebuah keputusan. Jangan sampai keputusan yang kita ambil menyebabkan penyesalan di kemudian hari. Seperti kisah yang pernah saya alami.

Pada saat itu saya sedang dalam masa pencarian jati diri, dimana perasaan selalu menjadi lebih dominan dalam pengambilan keputusan ketimbang logika. Tak pernah terpikir oleh saya bahwa ketika saya mengambil keputusan akan ada akibat yang menyebabkan saya menyesal. Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana emosi positif yang sedang saya rasakan menjadi nyata dan bahagia. Lalu tanpa berpikir lagi dengan sangat mudahnya saya mengambil keputusan.

Ketika ada seseorang yang mencintaimu dan menyanyangimu, kenapa kau harus meninggalkan dia dan mencari orang yang lebih dari orang itu, padahal belum tentu orang yang kau pilih itu lebih mencintaimu dan sayang padamu. Bisa saja itu hanya perasaan yang sedang kau rasakan dan ingin kau wujudkan. Sama seperti yang aku lakukan pada dia yang telah kini tiada.

Namun pada saat itu saya belum merasakan penyesalan, karena perasaan ini sedang bahagia karena memiliki kebahagiaan baru. Tapi ketika kebahagiaan itu hilang, dan mengingatnya telah tiada, munculah kembali bayangan tentang dirinya. Bayangan ketika dia tersenyum, memanggil, dan menyandarkan kepalanya dipundakku. Ingin rasanya kembali padanya dan meminta maaf padanya, namun semua sudah terlambat.

Aku merasa berada dipadang tandus.
Panas sangat terik terasa.
Peluh bercucur tanpa henti.

Harusnya aku terus berjalan
Namun aku berpaling dan berhenti di satu Oasis

Aku berpikir bahwa
Semua peluh, lelah, keringat akan hilang
Bahagia yang aku rasakan kini.

Namun semua hanya fatamorgana
Ketika aku menuju ke sana semua hilang.

Semakin jauh saja jalan yang harus kutempuh
Salah aku..salah aku karena fatamorgana.

Seandainya aku terus berjalan
mungkin aku akan berbahagia
karena disana aku tahu ada kebahagiaan yang jelas aku tuju.

Iqbal Abuginda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: